Situbondo – Kendatipun Kabupaten Situbondo masih zona merah, mulai hari ini uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah SMA/SMK Negeri di Kabupaten Situbondo, mulai diberlakukan.
Pembelajaran uji coba tersebut sudah mendapat rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo, Selasa (18/8/2020).
Uji coba pembelajaran tatap muka tersebut, tentunya setiap sekolah menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.
“Seluruh siswa dan siswi harus melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 dan sekolah juga telah mensiapkan ketentuan sesuai protokol COVID-19,” jelas Kepala SMA Negeri 1 Situbondo Nurhidayat Yuliadi.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah SMAN 1 Situbondo mengatakan bahwa dalam uji coba pembelajaran tatap muka tersebut, setibanya di sekolah siswa harus cuci tangan, pengecekan suhu tubuh hingga pembatasan jarak fisik siswa di dalam kelas.
“Dari jumlah 1.009 siswa kelas X, XI dan Kelas XII di SMAN 1 Situbondo, tidak semua siswa mengikuti pembelajaran tatap muka. Sekolah hanya memberlakukan pembelajaran tatap muka hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ada,” tuturnya.
Bukan hanya itu saja yang disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Situbondo. Namun dia juga menjelaskan bahwa, pembelajaran tatap muka juga dilakukan secara terjadwal
“Siswa yang belajar tatap muka dilaksanakan secara bergantian. Misalnya, jadwal hari ini kelas X saja yang masuk sekolah dan besok harinya kelas XI selanjutnya kelas XII,” tambah nya.
Menurut Nurhidayat, siswa yang masuk kelas dibagi dua sesi, setiap sesi siswa-siswi mengikuti pembelajaran sekitar tiga jam.
“Biasanya per kelas terisi rata-rata 36 orang siswa. Namun untuk pembelajaran tatap muka ditengah pendemi COVID-19, per kelas hanya di isi 18 siswa,” pungkasnya.
Sementara itu, Sugiyono Eksantoso Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Situbondo-Bondowoso mengatakan, dari awal pihaknya sudah memerintahkan seluruh kepala sekolah SMK/SMA Negeri se Kabupaten Situbondo untuk mensiapkan protocol kesehatan COVID-19 dan ijin orang tua siswa. “Yang paling penting adalah sekolah mensiapkan ijin orang tua siswa. Dan jika itu sudah disiapkan, maka saya langsung melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 Kabupaten Situbondo untuk melakukan assesment,” ujarnya.
Hasil dari koordinasi dengan Satgas COVID-19, sambung Sugiyono Eksantoso, ada 5 sekolah yang sudah layak melaksanakan pembelajaran tatap muka, diantaranya SMAN 1 Situbondo, SMAN 2 Situbondo, SMKN 1 Panji, SMKN 2 Situbondo dan SMAN Asembagus.
“Menurut penilaian Satgas COVID-19 Kabupaten Situbondo, lima sekolah tersebut sudah layak untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” jelas Sugiono Eksantoso.
Dilain pihak, Wakil Bupati Situbondo Ir. H. Yoyok Mulyadi MSi saat meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Situbondo mengatakan, jika zona COVID-19 di Kabupaten Situbondo sudah normal, maka seluruh sekolah akan kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka.
“Uji coba pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Situbondo sudah diassesment oleh Satgas COVID-19. Sehingga, uji coba pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan. Saya berharap Kabupaten Situbondo segera memasuki zona hijau, sehingga pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan oleh sekolah-sekolah lain,” pu”gkasnya. (ans)







