Bondowoso – Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso menilai kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso berjalan luar biasa meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Penilaian tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, A. Mansur, saat kunjungan kerja Komisi IV ke kantor BPBD Bondowoso,Rabu 21/01/2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan anggaran tahun 2025 serta meninjau kesiapan BPBD menghadapi kondisi bencana yang dinilai cukup ekstrem pada tahun 2026.
“Setelah pemaparan yang disampaikan oleh Plt Kalaksa BPBD, kami melihat bahwa dengan keterbatasan anggaran yang ada, BPBD masih mampu melaksanakan kegiatan secara maksimal. Apa yang dilakukan Pak Kalaksa hari ini menurut kami luar biasa,” ujar Mansur.
Ia mengungkapkan, anggaran BPBD tergolong sangat minim, namun berbagai kegiatan penanganan bencana tetap berjalan.
Oleh karena itu, Komisi IV berharap ke depan ada penyempurnaan dan tambahan kegiatan agar fungsi BPBD dapat berjalan lebih optimal.
Komisi IV juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya peralatan penunjang penanganan bencana yang dinilai sudah tidak layak pakai. Mansur menyebutkan, sejumlah alat seperti mesin pemotong kayu sudah waktunya diganti agar respons penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Pembenahan sarana dan prasarana harus tetap menjadi perhatian. Efisiensi memang penting, tetapi BPBD ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Penanganan bencana bukan hanya kewajiban BPBD, melainkan tanggung jawab pemerintah daerah secara keseluruhan,” tegasnya.
Selain itu, Komisi IV juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel BPBD yang dinilai bekerja tanpa mengenal waktu.
Menurut Mansur, petugas BPBD kerap bekerja siang dan malam, bahkan di luar jam kerja formal, demi membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Mereka tidak punya jam kerja tetap. Kapan pun masyarakat membutuhkan, mereka harus hadir. Ini yang perlu kita pikirkan bersama agar kesejahteraan dan dukungan terhadap teman-teman BPBD lebih diperhatikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan trimakasih kepada pimpinan dan segenap anggotavKomisi IV yang sudah sangat mengapresiasi kenirja BPBD.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dilakukan secara selektif dan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.
“Intervensi BTT kami gunakan untuk hal-hal yang bersifat prioritas, seperti pemulihan akses masyarakat, termasuk penanganan jalan dan jembatan yang terdampak bencana,” jelas Kristanto.
Ia menyebutkan, anggaran sekitar Rp400 juta dialokasikan untuk pemulihan akses tersebut. Adapun untuk ketersediaan alat dan perlengkapan penanganan bencana darat serta kesehatan, menurutnya masih dalam kondisi layak, meski tetap memerlukan perawatan rutin setiap tahun.
“Untuk kendaraan operasional dan peralatan utama masih layak digunakan, termasuk kendaraan operasional yang ada. Namun tentu ke depan kami berharap ada peningkatan dukungan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” pungkasnya.








