Bondowoso – Program Khitan Massal Modern Gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 menghadirkan kebahagiaan bagi puluhan keluarga di Kecamatan Wringin.
Selain memperoleh layanan khitan secara gratis dengan metode modern, para peserta juga menerima berbagai bantuan sosial untuk mendukung kebutuhan anak dan keluarga.
Salah seorang wali peserta, Hatijah, warga Kecamatan Wringin, mengaku sangat bersyukur karena putranya, Yusuf, akhirnya dapat mengikuti khitan tanpa harus terbebani biaya.
“Saya senang sekali, Bu. Terima kasih kepada Bapak Bupati, Pak Camat, dan semua yang membantu. Yusuf, anak saya, sudah bisa disunat dan semoga bisa langsung sehat,” ujar Hatijah dengan penuh haru,Selasa ,28/07/2026 di Kantor Kecamatan.
Tak hanya mendapatkan layanan khitan, Hatijah juga mengungkapkan rasa syukurnya karena keluarganya menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah, sarung, kaos, beras sebanyak 20 kilogram, serta paket makanan bergizi yang terdiri atas sarden, kacang hijau, dan gula.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya dan menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Tommy Heriyanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Sosial melalui Sentra Mahatmiya Bali untuk menghadirkan pelayanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menjelaskan, kehadiran Sentra Mahatmiya tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga melalui layanan Asistensi Terpadu Masyarakat (ATM) Sosial yang memberikan berbagai bentuk intervensi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Khitan bukan hanya kewajiban keagamaan atau tradisi budaya, tetapi juga merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak. Kami memahami bahwa bagi sebagian keluarga, biaya pelaksanaan khitan masih menjadi tantangan. Karena itu, pada hari ini kami hadir untuk memberikan layanan khitan modern gratis kepada 36 anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bondowoso,” ujar Tommy.
Ia juga memberikan semangat kepada para peserta agar tidak merasa takut menjalani tindakan medis karena seluruh proses dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional.
“Kepada anak-anak, ini bukan sesuatu yang harus ditakuti. Yang melakukan tindakan medis adalah tenaga kesehatan profesional. Setelah selesai, insyaallah bisa segera beraktivitas kembali sesuai anjuran dokter,” katanya.
Tommy turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Dinas Sosial P3AKB, Pemerintah Kecamatan Wringin, tenaga medis, serta seluruh panitia yang telah bersinergi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial kepada masyarakat. Sentra Mahatmiya Bali sendiri memiliki wilayah kerja yang mencakup lima provinsi, termasuk Jawa Timur, sehingga kolaborasi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program Khitan Massal Modern Gratis ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan hak anak atas layanan kesehatan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.














