Bondowoso – Ketua Komisi I DPRD Bondowoso bersama anggota melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Selasa (20/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka evaluasi realisasi anggaran tahun 2025 serta persiapan pelaksanaan program di tahun 2026.
Ketua Komisi I DPRD Bondowoso Stiyo Budi menyampaikan bahwa dari hasil evaluasi, capaian realisasi anggaran tahun 2025 masih perlu ditingkatkan.
Ia menyoroti bahwa capaian dari pagu anggaran masih berada di kisaran 9 persen pada periode tertentu, sehingga menjadi catatan penting bagi dinas terkait.
“Evaluasi realisasi anggaran tahun 2025 ini penting. Kita melihat dari pagu anggaran dan capaian yang ada, tentu masih ada kekurangan. Harapan kami, apa yang menjadi kekurangan di tahun 2025 ini bisa ditutupi dan diperbaiki di tahun 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan, evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai dorongan agar kinerja ke depan lebih baik. Menurutnya, jika hanya menilai bahwa kinerja sudah baik tanpa adanya kritik dan evaluasi, maka semangat untuk meningkatkan pelayanan justru bisa menurun.
Lebih lanjut, Ketua Komisi I juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang berkaitan langsung dengan masyarakat, khususnya upaya menekan angka pengangguran. Ia berharap program pelatihan yang dilaksanakan pemerintah daerah dapat benar-benar memberikan manfaat nyata.
“Dengan adanya pelatihan-pelatihan, harapan kami tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan bisa tersalurkan ke perusahaan-perusahaan.
Di sinilah peran dinas untuk mendorong agar pelatihan itu selaras dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.
Selain itu, Komisi I DPRD Bondowoso turut menyinggung optimalisasi Mall Pelayanan Publik (MPP).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami fungsi dan manfaat MPP, meskipun sebagian besar layanan pemerintah daerah telah terpusat di lokasi tersebut.
“Mall Pelayanan Publik ini masih tergolong baru. Bisa jadi belum seluruh layanan terkoneksi secara maksimal, sehingga masyarakat belum sepenuhnya memahami. Padahal hampir semua dinas rata-rata sudah bergabung di sini,” tambahnya.
Komisi I DPRD Bondowoso berharap ke depan DPMPTSP dapat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, sekaligus memperbaiki integrasi layanan di MPP agar pelayanan publik semakin mudah, cepat, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Sementara itu Kepala DPMPTSP Hari Cahyono menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komisi I , dikatakan bahwa komitmennya dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik, melalui inovasi unggulan daerah, yakni layanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis digital “NaNdekat Denganmu” dan sistem penanggulangan Tuberkulosis (TBC) berbasis pemetaan risiko SIMANIS (Sistem Informasi Mapping Tuberkulosis), dalam ajang bergengsi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Jawa Timur tahun 2025.
Sekaligus menegaskan bahwa Bondowoso siap bersaing menghadirkan solusi inovatif yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat di lapangan, bahkan di MPP juga menyediakan ruang laktasi.
“Sebagai bentuk penghormatan pada kaum ibu , yang saat mengurus di MPP dan masih menyusui tidak perlu kawatir karena sudah ada ruang laktasi,”ungkapnya.
Kedepan pihaknya berharap aka selalu meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat sesuai visi misi Bondowoso Berkah.








