Beranda Kesehatan Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Lakukan Monitoring dan Evaluasi Pasca Pelatihan Teknis Keluarga...

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Lakukan Monitoring dan Evaluasi Pasca Pelatihan Teknis Keluarga Sejahtera

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, dr. M. Imron, memimpin kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pasca Pelatihan Teknis Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga yang digelar di Balai KB Kecamatan Tapen, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan BKKBN Jawa Timur dari Bidang Pelatihan dan Pengembangan (Latbang), Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KSPPKB), para peserta alumni pelatihan teknis, serta seluruh tamu undangan.

Dalam sambutannya, dr. Imron menegaskan bahwa pelatihan teknis yang telah dilaksanakan bukanlah akhir dari proses peningkatan kapasitas kader dan pelaksana program. Ia menekankan bahwa implementasi nyata di lapangan adalah hal yang jauh lebih penting.

“Pelatihan adalah langkah awal. Yang menentukan adalah bagaimana hasilnya diterapkan di lapangan. Karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi ini sangat strategis untuk melihat capaian, tantangan, dan merumuskan langkah perbaikan ke depan,” tegasnya.

BKKBN Jalankan Program Quick Win untuk Perkuat Pembangunan Keluarga

Pada tahun 2025, BKKBN meluncurkan sejumlah quick win program sebagai strategi percepatan pembangunan keluarga dan pencegahan stunting. Beberapa program tersebut antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting)

Program ini melibatkan para dermawan, instansi, dan pihak swasta untuk menjadi “orang tua asuh” bagi anak berisiko stunting melalui dukungan gizi, pemantauan tumbuh kembang, dan pendampingan keluarga. Intervensi ini ditujukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada anak yang membutuhkan.

Kemudian Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, perlindungan, dan pembentukan karakter anak. Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga figur yang hadir, peduli, dan aktif mendukung tumbuh kembang anak. Keterlibatan ayah terbukti meningkatkan kualitas keluarga dan menekan risiko berbagai masalah keluarga termasuk stunting.

Selain itu Program Lansia Berdaya (SIDAYA)Program ini memberikan kesempatan kepada lansia untuk tetap produktif dan mandiri. Melalui kegiatan ekonomi produktif, kelompok BKL (Bina Keluarga Lansia), dan edukasi kesehatan, SIDAYA memperkuat ketahanan keluarga lintas generasi.

Sementara Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)fokus pada pengasuhan anak usia dini dengan menyediakan layanan stimulasi, ruang aman bagi anak, serta pendampingan bagi orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat. Program ini memastikan tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal sejak dini.

Sinergi Berbagai Pihak Jadi Kunci Keberhasilan Program

Seluruh program yang dijalankan BKKBN merupakan wujud komitmen dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat dan sejahtera. Keberhasilan pelaksanaan program sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kader, pendamping keluarga, penyuluh KB, hingga mitra lintas sektor.

Dr. Imron berharap kegiatan monitoring dan evaluasi ini dapat menjadi forum untuk memperkuat pelaksanaan program serta merumuskan strategi yang lebih efektif.

“Mari kita terus bersinergi. Kualitas keluarga hari ini menentukan masa depan bangsa kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan dalam mendukung Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Dengan kerja sama yang kuat antar lintas sektor, diharapkan terwujud generasi muda Bondowoso yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

1744129950993