BONDOWOSO – Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir memimpin langsung jalanya sidak tim gabungan pupuk bersubsidi di Bondowoso, Jawa Timur , Selasa,20 /09/2022.
Sidak dilakukan usai Pansus kelangkaan dan penyimpangan harga pupuk bersubsidi bersama KP3 .
Dari hasil sidak tim gabungan yang terdiri dari legislatif, eksekutif dan yudikatif tersebut Dhafir menyimpulkan bahwa carut marut kelangkaan pupuk bersubsidi ,karena sindikat terstruktur antara Produsen ,Distributor ,dan Kios.
Dari sidak tim gabungan kesejumlah gudang pupuk distributor diwilayah setempat ,tim gabungan menemukan beberapa kejanggalan.
Di wilayah Kecamatan Wonosari distributor
CV ABDI KARYA MANDIRI dilaporkan sudah menebus 114 persen dari alokasi maksimal yang seharusnya 100 persen hingga bulan Desember 2022.
Selanjutnya tim gabungan melakukan sidak ke gudang pupuk CV KHARISMA SEJATI
Disana tim gabungan terkejut karena melihat gudang pupuk bersubsidi dianggap tidak layak
“Gudang ini tidak standart karena memanfaatkan garasi mobil sebagai gudang,”ungkapnya.
Untuk diketahui CV KHARISMA SEJATI tahun 2022 mendapatkan jatah ribuan ton pupuk bersubsidi namun ketika dilakukan sidak hanya ditemukan 4 ton.Sementara dilain pihak ada toko bukan kios bisa menjual pupuk bersubsidi.
Berikutnya di CV KUSUMA TANI desa Subersari Kecamatan Maesan temuan yim gabungan lebih parah .
Betapa tidak didalam gudang tersebut tidak ditemukan pupuk bersubsidi sama sekali.
Diberitakan sebelumnya sejumlah petani mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi, bahkan ada yang mengaku ayahnya sudah meninggal dicatut namanya.
Atas temuan-temuan tersebut pihaknya berjanji nantinya pansus akan kembali memanggil beberapa pihak terkait dan akan menyampaikan hasil rekomendasinya termasuk kepada aparat penegak hukum (APH).
“Nanti pansus akan menyampaikan rekomendasi termasuk kepada APH,Saya mendukung penuh APH untuk mengusut tuntas sindikat terstruktur yang sudah membuat carut marut pupuk bersubsidi,”tegasnya.
Ia mengaku meski baru pertama kali dilakukan bukan anggota Pansus ,namun karena merasa dirinya ingin mengawal hak masyarakat serta uang negara tepat sasaran untuk itu sebagai ketua DPRD merasa bertangung jawab bahwa eksekutif dan legislatif hadir untuk rakyat ,oleh karena itu pihaknya turun tangan memimpin pansus dan sidak pupuk bersubsidi.