Bondowoso – Fraksi PDIP DPRD Bondowoso soroti Dinas Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) dan Humas Pemkab Bondowoso yang dianggapnya pasif dan hanya diam menunggu,Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda Tentang Pertangungjawaban Pelaksanaan APBD TA.2018,Selasa,11/06/2019 di Graha Paripurna Gedung DPRD Bondowoso yang dibacakan oleh juru bicara fraksi Sofi Indriasari.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut ketua Fraksi PDIP Sinung Sudrajad mengatakan ,”Ini bentuk ketidakcermatan dinas dalam mengaplikasikan atau mewujudkan apa yang semestinya dilakukan, ini perlu kita kritisi jangan hanya bisa diam dan menunggu, jemput bola dong,” tegasnya.
Dijelaskan KOMINFO sebagai Dinas penopang diharapkan lebih proaktif menjadi corong pembangunan daerah dari lintas sektoral.
“ Dengan semakin maju dan berkembangnya tekhnologi informasi di negara kita KOMINFO seharusnya mampu memanfaatkan dengan maksimal, upgrading tehknologi setiap saat harus dilakukaan bukan hanya diam pasif menunggu,”ungkapnya usai rapat paripurna.
Sinung juga mengatakan ,bahwa , teman-teman di fraksi PDIP ini sangat menyayangkan tentang keberadaan media-media online di Kabupaten Bondowoso yang kurang dimaksimalkan.
“Media merupakan aset penting untuk mempromosikan keberadaan Kabupaten Bondowoso dengan segenap potensinya, peran media-media online dimaksimalkan
“Sebagai pusat informasi sejatinya Kominfo setiap saat harus melakukan upgrading tehknologi .Jika ini tidak dilakukan maka kita akan jauh tertinggal,Tapi apakah ini kesalahan siapa yang pasti kita harap ini tanggung jawab dinas untuk melakukan pembinaan secara intens soal mekanisme terhadap kinerja sebagai corong pembangunan daerah dari lintas sektoral,” imbuhnya.
Selain itu Sinung menambahkan terkait kerjasama dengan media harus jelas parameternya dalam bekerjasama dengan perusahaan media.
“Parameternya harus jelas,jangan hanya berdasarkan like and dislike semata, karena ini akan menghambat kinerja dalam menginformasikan pembangunan Bondowoso, jurnalis perlu dihargai sesuai kwalitas penulisanya,” harapnya.
Dia menekankan harus ada standarisasi yang jelas terhadap kerjasama dengan perusahaan media sehingga hasil kerjasama yang dijalin bisa maksimal.







