Bondowoso — Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Khodijatul Qodriyah,, melakukan kunjungan kerja ke tiga Kelompok Belajar (KB) di Kecamatan Maesan pada Senin, 24 November 2025.
Tiga lembaga yang dikunjungi dalam rangkaian agenda pembinaan PAUD tersebut adalah KB Al-Furqon, KB Pelangi Bunda, dan KB Subatul Hasan.
Dalam kesempatan itu, istri Bupati Bondowoso tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para kepala sekolah, pendidik, serta seluruh pengelola lembaga PAUD yang telah menunjukkan dedikasi kuat dalam mendidik anak usia dini.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala sekolah dan seluruh pendidik yang telah mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mendidik anak-anak. Hari ini kami mengunjungi tiga KB dari delapan titik yang sudah dijadwalkan dalam rangkaian kunjungan pembinaan,” ujarnya.
Khodijatul Qodriyah, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan semangat kepada para guru, sekaligus melihat secara langsung inovasi-inovasi pembelajaran yang diterapkan di masing-masing lembaga. Selain itu, dialog dan diskusi digelar untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi pendidik PAUD, guna mencari solusi bersama dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di Bondowoso.
“Kunjungan ini diharapkan menjadi ruang untuk saling berbagi, saling menguatkan, dan saling membersamai. Dengan melakukan analisis seperti SWOT, kita bisa memahami kekuatan, peluang, kelemahan, dan tantangan yang ada. Ketika kita mengenal diri sendiri, kita akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan dari luar,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa para pendidik PAUD memegang peran besar dalam membentuk calon-calon pemimpin bangsa. Menurutnya, meski anak hanya berada di sekolah selama tiga hingga lima jam, waktu tersebut merupakan masa yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter.
“Usia PAUD adalah usia yang sangat peka terhadap informasi dan contoh yang mereka lihat. Oleh karena itu, pendidik harus berhati-hati dan menjadi teladan yang baik. Perbuatan kita lebih mudah ditangkap oleh anak dibandingkan perkataan,” tuturnya.
Ia mencontohkan pentingnya konsistensi antara ucapan dan tindakan. “Kalau kita mengajarkan bahwa kebersihan sebagian dari iman, tapi tanpa sadar membuang tisu sembarangan, anak akan menangkap perbuatan itu. Maka keteladanan menjadi kunci,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Maesan itu dihadiri oleh para pendidik PAUD, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah kecamatan. Kunjungan Bunda PAUD ini menjadi bagian dari rangkaian delapan hari pembinaan yang menyasar berbagai lembaga PAUD di Bondowoso, dengan tiga titik kunjungan setiap harinya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap mutu pendidikan anak usia dini terus meningkat, sehingga dapat melahirkan generasi Bondowoso yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.








