Beranda blog Halaman 16

Pemkab Bondowoso Imbau ASN Kenakan Busana Muslim Sambut Hari Santri Nasional 2025

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.8.1/69/430.4.3/2025 tentang Himbauan Penggunaan Busana Muslim bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di lingkungan kerja pemerintah daerah.

Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso pada 18 Oktober 2025, dan ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, Badan, Kantor, serta Camat se-Kabupaten Bondowoso.

Dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa seluruh ASN dan Non-ASN di lingkungan pemerintah daerah diimbau untuk mengenakan busana muslim dan muslimah selama periode 20–24 Oktober 2025.

Adapun ketentuan pakaian yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pria: mengenakan baju koko atau kemeja muslim, dipadukan dengan sarung atau celana panjang kain serta peci.

Wanita: mengenakan busana muslimah yang sopan dan berjilbab.

Sekda Bondowoso juga meminta agar setiap perangkat daerah dan kecamatan aktif mengedukasi serta menyosialisasikan himbauan tersebut kepada seluruh jajaran pegawai di lingkungan kerja masing-masing.

Kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat religius dan memperkuat nilai-nilai kesantrian serta keagamaan di Kabupaten Bondowoso.

“Imbauan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai santri dan identitas keagamaan yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bondowoso,” demikian bunyi surat edaran tersebut.

Dengan adanya himbauan ini, suasana peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Pemkab Bondowoso diharapkan berlangsung lebih semarak, religius, dan penuh makna.

1744129950993

BPBD Pastikan Kesiapan Sarana dan Personel Hadapi Potensi Bencana

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso memastikan seluruh sarana, prasarana, serta personel dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi bencana pada musim hujan tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai peralatan pendukung penanganan bencana.

“Kita sudah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap alat-alat seperti tenda pengungsian, kendaraan operasional, alat komunikasi, serta perlengkapan medis. Apel ini untuk memastikan semua dalam kondisi siap pakai,” ujarnya.

Kristianto juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana, melibatkan instansi pemerintah, relawan, serta masyarakat.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh unsur agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Pihaknya berharap, melalui koordinasi yang solid dan keterlibatan aktif masyarakat, dampak bencana selama musim hujan dapat diminimalkan secara maksimal.

1744129950993

Pemkab Bondowoso Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai pada pekan ketiga Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Langkah ini diwujudkan melalui forum koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, media, dan relawan, yang digelar di Alun-Alun RBA Kironggo, Jumat (17/10/2025).

Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Bondowoso.

“Bencana adalah urusan bersama. Kami mengundang semua pihak, termasuk media, karena kelima unsur ini akan bersama-sama dalam menghadapi bencana,” ujar Bupati Hamid.

Kabupaten Bondowoso memiliki potensi bencana yang cukup kompleks, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan. Karena itu, Pemkab menitikberatkan langkah penanganan pada upaya mitigasi dan pencegahan berbasis komunitas.

“Risiko bencana bisa kita kurangi jika kita siap menghadapinya. Edukasi kepada masyarakat, menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta koordinasi dengan pihak irigasi dan dinas teknis menjadi langkah penting dalam pencegahan,” jelas Bupati.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.

Berdasarkan peta kajian risiko bencana, sejumlah kecamatan di Bondowoso tercatat sebagai wilayah paling rawan, antara lain Maesan, Sukosari, wilayah Tenggarang, Kecamatan Bondowoso, Tapen, Kelabang, dan Cermee.

“Untuk banjir, kami masih mewaspadai kawasan kota akibat drainase yang tersumbat. Sementara untuk daerah luar kota, fokus utama kami adalah kawasan Ijen. Di sana sudah dipasang alat deteksi dini karena termasuk zona prioritas,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana, Pemkab Bondowoso telah membentuk 11 Desa Tangguh Bencana (Destana) yang melibatkan pelajar tingkat SD hingga SMP. Selain itu, edukasi kebencanaan juga terus diberikan kepada masyarakat, termasuk sosialisasi menghadapi potensi gempa.

“Edukasi penting agar masyarakat tahu cara evakuasi saat keadaan darurat. Kami sarankan agar dokumen penting disiapkan dalam satu tas khusus, sehingga dapat dibawa dengan cepat saat terjadi bencana,” imbaunya.

Meski menghadapi tantangan berupa pemotongan anggaran tahun 2026, Pemkab Bondowoso tetap berkomitmen menjaga Indeks Ketahanan Daerah (IKD) melalui berbagai program prioritas.

“Indikator penting seperti pembentukan Destana dan penyusunan dokumen perencanaan akan tetap diupayakan. Jika tidak teranggarkan di APBD, kami akan mendorong optimalisasi Dana Desa yang memang sudah dialokasikan untuk penanganan bencana,” tegas Bupati Hamid.

 

 

1744129950993

Gara Gara Sopir Teledor Truck Box Adu Banteng Sama Pick up L300

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi – Terjadi kecelakaan Sebuah truk box dengan mobil pick up bermuatan ikan di Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo, Kamis (16/10/2025) sore. Satu orang dikabarkan tewas dalam peristiwa ini.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu Darmawan membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan, kecelakaan terjadi sekira pukul 15.00 WIB.

“Betul, kejadiannya di selatan Masjid Uswatun Hasanah, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi,” terang Andi.

Kecelakaan bermula saat truk box yang dikemudikan ISI (27), warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju selatan.

Truk box berwarna putih dengan nomor polisi N 8XX5 UW tersebut juga membawa seorang penumpang laki-laki berinisial MRS (25), asal Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Setibanya di lokasi kejadian, truk box berusaha menyalip kendaraan lain didepannya. Namun, dari arah berlawanan datang mobil pick up Mitsubishi L300 bernopol DK 8XX2 QS bermuatan ikan.

Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terelakkan. Truk box adu moncong dengan mobil pick up yang ditunggangi oleh dua pria asal Jembrana, Bali, yakni AYN (57) dan SHI (55).

“Karena jarak terlalu dekat dan sopir truk box tidak bisa menghindar, sehingga menabrak bagian depan mobil pick up bermuatan ikan,” ungkapnya.

Benturan keras itu mengakibatkan bagian depan kedua kendaraan mengalami ringsek, terparah mobil pick up. Kecelakaan ini juga membuat muatan ikan tumpah di jalan.

Pengemudi dan penumpang mobil pick up sempat terjepit di dalam kabin sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga sekitar dan petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP)

“Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi, namun penumpang mobil pick up berinisial SHI meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Andi.

Selain mengevakuasi korban, pihak kepolisian juga mengamankan kedua kendaraan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi untuk tahap penyelidikan lebih lanjut,” teeangnya. (mam)

1744129950993

Ribuan Santri Bondowoso Gelar Aksi Damai, Protes Tayangan Trans7 yang Dinilai Cemarkan Nama Baik Kiai dan Pesantren

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Ribuan santri dan alumni pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Aliansi Santri dan Alumni Pondok Pesantren se-Bondowoso menggelar aksi damai dan doa bersama, Kamis (16/10/2025).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap program televisi “Xpose Uncensored” yang tayang di Trans7, karena dinilai menyudutkan dan mencemarkan nama baik kalangan pesantren serta para kiai, khususnya KH. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di depan Monumen Gerbong Maut, Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Ribuan massa tampak mengenakan sarung, baju putih, serta atribut khas santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Bondowoso.

Koordinator aksi, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral para santri dan alumni pesantren untuk menjaga kehormatan ulama dan marwah pesantren sebagai benteng moral bangsa.

“Tujuan aksi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral santri dan alumni pesantren untuk menjaga kehormatan ulama serta marwah lembaga pesantren yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” ujarnya.

Abdul Wahid menegaskan bahwa para santri mengecam keras konten tayangan yang disiarkan oleh Trans7.

“Kami terpaksa turun ke jalan untuk membela kiai. Jika tidak ada tindakan tegas terhadap pihak Trans7, kami siap mendatangkan massa yang lebih banyak,” tegasnya.

Aksi damai tersebut berjalan tertib dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan para ulama serta kejayaan pesantren di Indonesia.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh sejumlah tokoh santri dan kiai, di antaranya Muklas Jailani, KH. Abdul Wahid Imam, KH. Ghazali Utsman, KH. Ali Mudatsir, KH. Imam Haromain, dan beberapa kiai besar lainnya.

1744129950993

Kembangkan Potensi Daerah serta Pelayanan Publik Terintegrasi Berbasis Aglomerasi.Tiga Kepala Daerah di Tapal Kuda Sepakat Jalin Kerjasama

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Situbondo, dan Jember resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan Kemasyarakatan, dan Pengembangan Potensi Daerah serta Pelayanan Publik Terintegrasi Berbasis Aglomerasi.

Penandatanganan dilakukan pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Pendopo Raden Bagus Asra Kabupaten Bondowoso. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, dan Bupati Jember Muhammad Fawaid.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Abdul Manan, menjelaskan bahwa kerja sama ini diatur melalui dokumen kesepakatan bernomor:

100.3.7.1/065/431.011/2025 (Kabupaten Situbondo),

100.3.7.1/38/Kb/4305 (Kabupaten Bondowoso), dan

100.3.7.1/11/35.09.1.11/2025 (Kabupaten Jember).

Abdul Manan mengatakan, kesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas wilayah di kawasan Tapal Kuda, khususnya dalam mendorong pembangunan yang terintegrasi dan berkeadilan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat potensi daerah, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat di tiga kabupaten,” ujarnya.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam dokumen tersebut, disepakati sejumlah tujuan utama, antara lain:

1. Menjadikan Situbondo, Bondowoso, dan Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal dan konektivitas kawasan.

2. Mengintegrasikan rantai pasok, pengolahan, dan pemasaran antarwilayah pada sektor unggulan daerah.

3. Mendorong industrialisasi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.

4. Memperkuat pemerataan pembangunan melalui kolaborasi program dan anggaran lintas wilayah.

5. Menjadi proyek percontohan kolaborasi antar daerah yang mendukung kebijakan nasional dan Provinsi Jawa Timur.

6. Meningkatkan kunjungan wisatawan antar daerah dan mengoptimalkan jaringan transportasi darat, laut, dan udara.

7. Memperkuat ketahanan pangan regional melalui peningkatan distribusi dan ketersediaan pangan lokal.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan ekonomi kawasan berbasis potensi lokal, penguatan konektivitas dan infrastruktur, pengembangan pariwisata lintas daerah, ketahanan pangan, perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan hidup, hingga kolaborasi anggaran dan model pembiayaan.

Pelaksanaan dan Pengawasan

Pelaksanaan kerja sama teknis akan dituangkan lebih lanjut dalam bentuk perjanjian kerja sama (PKS) antarperangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya.
Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, akan dibentuk tim koordinasi atau tim kerja bersama dari ketiga pemerintah daerah. Tim ini bertugas melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Segala biaya yang timbul dari pelaksanaan kesepakatan bersama ini akan dibebankan kepada anggaran masing-masing daerah sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jangka Waktu dan Ketentuan Lain

Kesepakatan bersama ini berlaku selama lima tahun, dan dapat diperpanjang melalui kesepakatan tertulis antara para pihak. Apabila salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama sebelum masa berlaku berakhir, maka harus memberitahukan secara tertulis kepada pihak lain paling lambat tiga bulan sebelumnya.

Selain itu, apabila terdapat kebijakan baru pemerintah atau perubahan peraturan perundang-undangan yang berdampak pada pelaksanaan kerja sama, para pihak akan melakukan musyawarah dan penyesuaian bersama.

Penandatanganan Kesepakatan

Dokumen kesepakatan tersebut ditandatangani dalam tiga rangkap bermaterai cukup oleh para bupati dan disaksikan pejabat dari masing-masing daerah. Setiap rangkap memiliki kekuatan hukum yang sama dan menjadi arsip resmi bagi masing-masing pemerintah daerah.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan wilayah Bondowoso, Situbondo, dan Jember dapat tumbuh menjadi kawasan aglomerasi yang maju, terhubung, dan sejahtera.

 

1744129950993

Tiga Kepala Daerah Tapal Kuda Sepakat Perkuat Kerja Sama Antarwilayah

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Tiga kepala daerah di kawasan Tapal Kuda, yakni Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid, Bupati Muhammad Fawait, dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, sepakat memperkuat kerja sama antarwilayah dalam berbagai sektor.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ketiga kabupaten tersebut.

Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa tujuan akhir dari kerja sama ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan konektivitas dan pengembangan potensi daerah.

“Kerja sama ini pada dasarnya sudah tertuang dalam dokumen perencanaan provinsi melalui lingkar region, terutama di sektor pariwisata. Namun kami berharap kolaborasi ini bisa diperluas, tidak hanya pariwisata, tetapi juga konektivitas, pengembangan komoditas, dan tata kelola pemerintahan,” ujar Bupati Hamid.di Pendopo Bagus Asra Bondowoso,Kamis 16/10/2025.

Menurutnya, kawasan Tapal Kuda selama ini masih mengalami perlambatan akselerasi pembangunan. Melalui kerja sama lintas daerah, diharapkan masing-masing kabupaten dapat saling melengkapi keunggulan dan menutupi kekurangan.

“Selama ini kawasan Tapal Kuda kurang mendapat perhatian dan akselerasinya masih rendah. Dengan kerja sama ini, kami bisa saling mendukung dan menggabungkan kemampuan untuk memajukan daerah bersama-sama,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyebutkan bahwa kerja sama antarwilayah Tapal Kuda juga bertujuan membantu pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, khususnya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem di wilayah timur Jawa Timur.

“Berdasarkan data, kemiskinan ekstrem di Jawa Timur masih banyak terjadi di kawasan Tapal Kuda. Karena itu, kolaborasi antara Jember, Bondowoso, dan Situbondo ini penting untuk percepatan pengentasan kemiskinan melalui sektor pariwisata, infrastruktur, dan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, masing-masing daerah memiliki keunggulan khas yang bisa saling melengkapi dalam pengembangan pariwisata.

“Kalau ingin menikmati wisata pantai selatan, datanglah ke Jember. Untuk pantai utara, ada pasir putih Situbondo. Sedangkan untuk wisata pegunungan dan fenomena ‘blue fire’ yang hanya ada dua di dunia, datanglah ke Bondowoso,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengibaratkan kerja sama antarwilayah ini seperti konsep ATM Bersama, di mana berbagai pihak bersaing namun tetap berada dalam satu kesatuan sistem untuk mencapai tujuan yang sama.

“Kita ini seperti ATM Bersama, ada kompetisi tetapi juga ada koordinasi dan kolaborasi. Masing-masing punya target dan visi, tapi dalam konteks yang lebih besar, kita ingin bersama-sama membantu pemerintah pusat mewujudkan Asta Cita Presiden,” ungkapnya.

Menurut Rio, kerja sama di sektor pariwisata dan pertanian menjadi langkah konkret yang paling memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi, pembangunan infrastruktur di wilayah Tapal Kuda kini semakin terintegrasi.

“Ke depan akan ada tol di Situbondo yang terhubung dengan Jember dan Bondowoso. Ada juga jalur kereta api dan bandara yang bisa menjadi simpul konektivitas tiga daerah ini,” katanya.

Ketiga kepala daerah berharap, melalui kerja sama lintas wilayah tersebut, kawasan Tapal Kuda dapat naik kelas menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Timur dengan penuh rasa cinta.

 

1744129950993

Sekda Bondowoso Intruksikan Bagian Hukum Buat Nota Dinas Terkait Terbitnya LO PDAM

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Fathur Rozi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa keputusan pengangkatan kembali Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Hal itu disampaikan Sekda menanggapi hasil Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan Negeri Bondowoso mengenai pengangkatan kembali direktur PDAM.

Menurut Sekda, pengangkatan direktur PDAM untuk periode kedua pada dasarnya dapat dilakukan selama sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun, ia menekankan pentingnya perbaikan redaksional dalam keputusan pengangkatan tersebut.

“Frasa pengangkatan harus disesuaikan. Dalam hal ini, Bupati bertindak bukan sebagai kepala daerah, melainkan sebagai KPM. Selain itu, dasar pengangkatan sebaiknya menggunakan penilaian kinerja, bukan seleksi, seperti yang terdapat pada SK pengangkatan Direktur PDAM.tanggal 29 Desember 2023,” jelasnya.

Sekda juga menyampaikan dua langkah penting yang perlu segera dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Pertama, mencabut keputusan yang dianggap kurang tepat dan memperbaiki redaksi pengangkatan sesuai ketentuan.

Kedua, segera merancang perubahan regulasi berupa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sebagai penyesuaian dari bentuk perusahaan sebelumnya.

“Karena PDAM kini berstatus perusahaan umum daerah, maka regulasinya juga harus disesuaikan. Ini menjadi langkah penting agar tata kelola perusahaan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam proses perubahan tersebut, pemerintah daerah perlu mengacu pada Permendagri tentang pengangkatan dan pemberhentian direksi BUMD, yang di dalamnya telah diatur sejumlah syarat, termasuk alasan pemberhentian.

“Pemberhentian direksi bisa dilakukan jika yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan tugas, melanggar aturan, terlibat dalam tindak pidana, atau mengundurkan diri. Selain itu, perubahan struktur organisasi, restrukturisasi, likuidasi, atau akuisisi juga dapat menjadi dasar perubahan jabatan direksi,” terang Sekda.

Sekda menegaskan, pemerintah daerah harus tetap “on the track” dalam setiap kebijakan agar objektif dan bebas dari kepentingan subjektif. Karena itu, pihaknya menyambut baik langkah Kejaksaan yang memberikan pendapat hukum dan mendorong dilakukannya kajian ahli.

“Kita juga meminta pendapat ahli agar penilaian yang dilakukan benar-benar objektif dan tidak menimbulkan tafsir berbeda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan bagian hukum untuk segera menindaklanjuti saran Kejaksaan dengan membuat nota dinas kepada Bupati dan menyusun rancangan peraturan daerah terkait perubahan status PDAM menjadi Perumda.

“Pemerintah daerah memiliki kepentingan agar perusahaan umum daerah benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kinerja dan pendapatan daerah,” pungkasnya.

1744129950993

Pendapatan Transfer Turun Signifikan,Sekda Pastikan Tidak Menggangu Visi Misi Bupati Bondowoso

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso menegaskan perlunya langkah efisiensi dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Hal ini menyusul adanya penurunan pendapatan transfer dari pemerintah pusat yang cukup signifikan.

“Pendapatan transfer kita akan berkurang cukup signifikan, dan tentu APBD kita juga akan berkurang. Oleh karena itu, perlu dilakukan efisiensi. Program prioritas tetap menjadi bagian yang akan kita anggarkan,” ujar Sekda dalam rapat koordinasi persiapan penyusunan KUA-PPAS 2026 bersama para kepala perangkat daerah.

Sekda menyampaikan, pendapatan transfer daerah tahun 2026 diperkirakan turun sekitar Rp 95 miliar. Dari total pendapatan daerah sebesar Rp1,871 triliun dan belanja daerah Rp1,879 triliun, terdapat defisit sekitar Rp 8 miliar.

“Pengurangan ini pasti berdampak cukup tinggi. Karena itu, kita perlu strategi. Salah satunya melakukan efisiensi pada belanja rutin, seperti penggunaan air, listrik, telepon, hingga perjalanan dinas,” jelasnya.

Ia mencontohkan, perjalanan dinas di dalam daerah akan dikurangi secara signifikan. Sebagai gantinya, rapat atau koordinasi diharapkan dapat dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting.

“Kalau bisa rapat lewat Zoom, tidak perlu perjalanan dinas. Ini bentuk efisiensi yang sederhana tapi berdampak,” ujarnya.

Selain efisiensi, Sekda juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja pendapatan daerah, termasuk sektor pajak. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan pajak bukan berarti menaikkan tarif, melainkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar.

“Kalau bicara pajak ini sensitif. Maksudnya bukan tarif pajaknya yang naik, tetapi kesadaran pembayarannya yang meningkat. Misalnya, dari sebelumnya 76 persen bisa kita dorong lebih tinggi,” jelasnya.

Sekda menambahkan, kebijakan efisiensi ini tidak akan mengganggu pencapaian visi dan misi daerah yang telah ditetapkan hingga tahun 2030.

“Visi-misi itu bukan program satu tahun. Itu kita uraikan setiap tahun, dan tetap kita jalankan dengan prinsip prioritas,” pungkasnya

1744129950993

Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso Sosialisasi PANGANKU B2SA dan Gemarampai Dorong Pola Makan Sehat 

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan bergizi, Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso melakukan kegiatan Sosialisasi PANGANKU B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta Gerakan Gemarampai (Gerakan Makan Sayur, Buah, dan Ikan) di UPT SPF SD Negeri Sumberanyar 2 dusun Tengginahn Kecamatan Maesan ,Selasa (14/10/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para kader PKK, desa dan Kecamatan Maesan , serta siswa SDN Sumberanyar 2 .

Ketua TP PKK Bondowoso Hj Khodijatul Qodriyah yang akrab dipanggil Ning I’a menyampaikan bahwa ,sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan bergizi, guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Melalui program PANGANKU B2SA dan Gemarampai ini, kami ingin mendorong masyarakat agar membiasakan makan sayur, buah, dan ikan setiap hari. Makanan yang beragam dan seimbang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah stunting,” jelasnya saat dikonfirmasi

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keamanan pangan, serta contoh menu sehari-hari yang sesuai prinsip B2SA.

“Keluarga adalah titik awal pembentukan generasi emas ,karena 15 sampai 20 tahun kedepan mereka akan menjadi pemimpin, kebiasaan makan sehat. Jika ibu rumah tangga paham konsep B2SA, maka anak-anak akan tumbuh lebih sehat dan cerdas,” katanya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan anak – anak semakin memahami pentingnya konsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Gerakan Gemarampai juga diharapkan menjadi budaya baru di tengah masyarakat dalam mendukung tercapainya Bondowoso sehat dan bebas stunting.

Ia juga mencontohkan kebiasaan Rasulullah seperti minimal 7 detik tersenyum ,maka akan melepaskan zat-zat dan dapat menambah semangat menambah cinta dan kasih sayang mengurangi kecemasan menambah ketenangan dan lain-lain.

‘ Menambah motivasi jadi itu tips sederhana yang enggak perlu biaya,” pungkasnya.

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih