BONDOWOSO – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, memasang target untuk Pemilu 2029.
Usai dikukuhkan sebagai ketua DPC, ia menargetkan peningkatan perolehan kursi PKB di parlemen daerah hingga 24 kursi.
Target tersebut bukan sekadar ambisi politik. Ahmad Dhafir menilai, penguatan soliditas organisasi, pembenahan struktur kepengurusan, serta evaluasi berkelanjutan menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif.
Menurutnya, setiap ketua partai tentu memiliki keinginan agar partai yang dipimpinnya meraih hasil maksimal dalam pemilu.
“Semua ketua partai tentu punya cita-cita dan niat yang sama. Aneh kalau ada ketua partai yang justru ingin partainya kalah,” ujarnya.
Ahmad Dhafir menjelaskan, target penambahan kursi PKB di Bondowoso didasarkan pada perjalanan perolehan kursi partai tersebut dari pemilu ke pemilu. Ia menyebut, PKB pernah memperoleh 28 kursi pada awal berdirinya, kemudian meraih 23 kursi pada 2004, dan kini memiliki 16 kursi.
“Kalau melihat sejarahnya, PKB pernah memiliki 28 kursi, kemudian 23 kursi pada 2004, dan sekarang 16 kursi. Artinya, masih ada kursi yang harus kita perjuangkan kembali,” katanya.
Ia menegaskan, target politik tersebut tidak boleh berhenti pada pernyataan atau sekadar angan-angan. Menurutnya, pencapaian target harus ditopang evaluasi, kajian, serta pembenahan organisasi yang dilakukan secara konsisten.
Struktur Diperkuat, Soliditas Jadi Modal
Ahmad Dhafir mengklaim, kondisi internal PKB Bondowoso saat ini semakin solid. Ia menilai, susunan kepengurusan yang baru lebih tertata dan memiliki komposisi yang lebih kuat dibandingkan kepengurusan sebelumnya.
Ia menggambarkan, kepengurusan DPC pada periode sebelumnya berjumlah kurang dari 40 orang. Sementara itu, kepengurusan saat ini melibatkan lebih dari 70 orang di tingkat DPC, belum termasuk struktur di tingkat bawah.
“Soliditas dan kekompakan teman-teman sekarang jauh lebih baik. Pengurus DPC saja sudah lebih dari 70 orang, belum termasuk pengurus PAC hingga ranting,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Dhafir, penguatan struktur tersebut merupakan bagian dari proses pembenahan organisasi yang telah dilakukan secara bertahap sejak 2014, kemudian berlanjut pada 2019 dan 2024.
Dengan jaringan kepengurusan hingga tingkat bawah, PKB diharapkan memiliki mesin organisasi yang lebih efektif untuk memperluas jangkauan politik, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, dan meningkatkan dukungan pemilih.
Tantangan Pemilih Gen Z dan Milenial
Meski demikian, target 24 kursi pada Pemilu 2029 menghadirkan tantangan tersendiri.
Salah satunya adalah bagaimana PKB menjangkau pemilih muda, terutama Generasi Z dan generasi milenial, yang akan menjadi bagian penting dalam peta pemilih pada pemilu mendatang.
Dalam pertanyaan yang diajukan kepada Ahmad Dhafir, muncul sorotan mengenai persepsi sebagian masyarakat yang menganggap PKB belum cukup dekat dengan kalangan muda.
Tantangannya bukan hanya memperkuat struktur partai, melainkan juga membangun komunikasi politik yang relevan dengan kebutuhan dan aspirasi generasi muda.
PKB perlu menunjukkan ruang partisipasi yang nyata bagi anak muda, membuka kesempatan bagi kader muda untuk tampil, serta menghadirkan program dan gagasan yang menjawab persoalan mereka, mulai dari lapangan kerja, pendidikan, kewirausahaan hingga akses terhadap peluang ekonomi.
Pendekatan tersebut menjadi penting agar target penambahan kursi tidak hanya bertumpu pada kekuatan struktur organisasi, tetapi juga pada kemampuan partai membangun kepercayaan publik.
Dengan target 24 kursi, Ahmad Dhafir kini menghadapi pekerjaan besar untuk menerjemahkan konsolidasi internal menjadi dukungan elektoral. Soliditas kepengurusan menjadi modal awal, sedangkan keberhasilan merangkul pemilih muda dan menjaga kedekatan dengan masyarakat akan menjadi ujian berikutnya bagi PKB Bondowoso menuju Pemilu 2029.











