BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Pernyataan Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, yang menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki saham terbesar dalam pemerintahan Kabupaten Bondowoso, menjadi penegasan pentingnya kolaborasi politik dalam menjalankan pemerintahan.
Pernyataan itu mengemuka saat Bupati Hamid Wahid berbicara mengenai kontribusi partai politik dalam pemerintahan daerah.
Ia menyebut PKB sebagai salah satu kekuatan politik dengan kontribusi kursi terbesar, sehingga diharapkan turut mengambil peran dalam mewujudkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ada PKB ,ada Golkar, dan PKB kursinya terbanyak kan,”jawab bupati saat ditanya awak media.
Bupati menegaskan, fokus utama seluruh elemen politik semestinya bukan pada besarnya pengaruh dalam pemerintahan, melainkan pada kemampuan bekerja bersama untuk melayani rakyat.
“Kita berharap mari kita fokus bersama-sama berkolaborasi melayani rakyat, menjadi telinga yang mendengarkan keluhan dan permasalahan rakyat, menjadi pikiran yang memikirkan permasalahan rakyat, dan kemudian menjadi tangan yang tentu dengan posisi dan level masing-masing melakukan sesuatu untuk rakyat,” ujar Hamid Wahid usai pengukuhan pengurus DPC PKB di Graha NU,Sabtu ,17/10/2026.
Bupati Buka Ruang Kritik Konstruktif
Sementara itu, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik. Ia memandang kritik sebagai bagian penting dalam memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan, selama disampaikan secara konstruktif.
“Kritik itu sehat, sekali lagi kritik itu konstruktif,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya ruang evaluasi terhadap kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah. Kritik yang disertai masukan dan solusi dapat menjadi bahan perbaikan agar kebijakan daerah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi masyarakat Bondowoso, ukuran kolaborasi pemerintah dan partai politik bukan semata-mata komposisi kursi atau besarnya pengaruh dalam pemerintahan, melainkan hasil kerja yang dapat dirasakan secara nyata, mulai dari pelayanan publik, penyelesaian persoalan warga, hingga pemerataan pembangunan.
Sebab, kekuatan politik baru memiliki arti ketika mampu menjawab kebutuhan rakyat.
Ahmad Dhafir: Saham Terbesar Berarti Tanggung Jawab Terbesar
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, memberikan penekanan berbeda terhadap makna saham terbesar dalam pemerintahan.
Menurutnya, posisi politik yang kuat harus diikuti tanggung jawab yang lebih besar, bukan justru menjadi alasan untuk berpuas diri.
“Makna saham terbesar itu sebenarnya punya tanggung jawab yang paling besar. Jangan kemudian bisa disampaikan oleh Bupati PKB punya saham terbesar, kami tidak boleh bertepuk dada,” kata Dhafir.
Ia menegaskan, kemenangan politik tidak boleh berhenti pada keberhasilan memperoleh dukungan atau menduduki posisi strategis. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana kekuatan politik tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Dhafir, besarnya perolehan kursi PKB di parlemen menjadi amanah yang harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. Ia mengingatkan bahwa tujuan akhir perjuangan politik adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mempertahankan atau memperbesar pengaruh partai.
“Untuk apa menang? Tentu muaranya pada kesejahteraan rakyat. Maknanya adalah PKB punya tanggung jawab yang besar, di situ intinya,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran Menuntut Kolaborasi
Dhafir juga menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang dirasakan di berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa.
Namun, bagi Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, istilah tersebut bukan alasan untuk berbangga diri, melainkan pengingat atas besarnya tanggung jawab kepada masyarakat.
Pada akhirnya, pernyataan Bupati Hamid Wahid dan respons Ahmad Dhafir bertemu pada satu pesan utama: besarnya kekuatan politik harus sejalan dengan besarnya tanggung jawab kepada rakyat











