Bondowoso – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, meninjau langsung jembatan ambles di Kabupaten Bondowoso, Rabu (25/2/2026).
Jembatan yang diperkirakan telah berdiri sejak 1923 tersebut ambles beberapa hari lalu dan memutus akses utama Bondowoso–Jember.
Dalam kunjungannya, Emil memastikan pembangunan jembatan baru tidak akan menunggu hingga April sebagaimana yang ramai diperbincangkan masyarakat.
“Atas arahan Ibu Gubernur, dimulai lebih awal. Katakanlah Ramadan ini sudah bisa dimulai,” ujarnya.
Sebelumnya, pengerjaan jembatan direncanakan mulai April mendatang. Namun, karena kondisi yang mendesak dan jalur harus ditutup total, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk mempercepat proses pembangunan.
Emil menjelaskan, pembangunan jembatan sementara di sekitar lokasi tidak memungkinkan dilakukan. Pasalnya, jembatan tersebut akan diperlebar dari kondisi awal sehingga tidak tersedia ruang untuk membangun jembatan darurat di sampingnya.
Selain itu, bentang sungai yang mencapai hampir 50 meter dinilai berisiko jika dipaksakan membangun jembatan bambu.
“Bentang sungainya hampir 50 meter, sangat berisiko jika dibuat jembatan bambu,” terangnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperbaiki sejumlah jalur alternatif yang dikeluhkan warga karena berlubang.
Koordinasi dengan Pemkab Bondowoso terus dilakukan untuk memastikan jalur alternatif tersebut lebih layak dilalui selama proses pembangunan berlangsung.
Berdasarkan kontrak yang telah disepakati, pengerjaan jembatan diperkirakan memakan waktu delapan bulan. Meski demikian, Emil meminta agar prosesnya dapat dipercepat tanpa mengurangi kualitas konstruksi.
Politikus Partai Demokrat itu menegaskan jembatan yang dibangun nantinya harus kokoh dan tahan lama dengan anggaran sebesar Rp17,5 miliar.
“Setidaknya akan terbangun jembatan kokoh untuk satu abad ke depan dan menjadi kebanggaan Bondowoso,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso juga turun langsung meninjau kondisi Jembatan Sentong di Desa Nangkaan yang ambrol pada hari yang sama, sebelum kedatangan Wagub Emil.
Ia menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah dilakukan.
Dari sisi konstruksi, jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan saat ini tinggal menunggu proses lelang sebelum pengerjaan dimulai.
“Kabar baiknya, proses perencanaan pembangunan telah selesai dan siap masuk tahap berikutnya,” ungkapnya di lokasi.
Sembari menunggu realisasi pembangunan, langkah pengamanan langsung diterapkan demi keselamatan masyarakat. Pengaturan arus lalu lintas hingga pembatasan akses dilakukan agar aktivitas tetap berjalan aman dan terkendali.
Pemerintah daerah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama, sekaligus memastikan solusi pembangunan berjalan sesuai rencana.









































