BONDOWOSO, – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat perannya dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan melalui kolaborasi lintas negara dalam kegiatan International Community Development (ICD) 2026 yang digelar di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi UNESA untuk menginisiasi pembentukan International Consortium for Sustainable Community Development, sebuah konsorsium internasional yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Wakil Rektor III UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi global antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra internasional.
“Pembangunan masyarakat adalah tanggung jawab global yang memerlukan kerja sama lintas batas. Kehadiran mitra internasional dalam ICD 2026 mencerminkan komitmen bersama untuk memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Ia menyampaikan, sebagian besar delegasi internasional yang terlibat dalam ICD 2026 baru pertama kali mengunjungi Bondowoso. Menurutnya, kekayaan alam dan karakter masyarakat yang ramah menjadikan daerah tersebut sangat representatif sebagai lokasi pengabdian masyarakat berskala internasional.
UNESA juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan ICD 2026. Bambang menegaskan, program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dirancang berkelanjutan dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Kami optimistis program ini dapat terus berlanjut melalui hibah lanjutan, sehingga pengabdian masyarakat di Bondowoso memberikan dampak jangka panjang,” jelasnya.
Rencana deklarasi konsorsium internasional tersebut akan melibatkan akademisi dan mitra dari berbagai negara, di antaranya Uzbekistan, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Australia, dan Hong Kong. UNESA berharap langkah ini mampu mengangkat Bondowoso ke kancah internasional sebagai daerah yang aktif dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan.
Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Bondowoso, Anisatul Hamidah, menilai kolaborasi antara UNESA dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso merupakan langkah strategis dalam memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, ICD 2026 mencakup dua agenda utama. Pertama, pelatihan pemberdayaan masyarakat yang dipusatkan di Kecamatan Ujen dengan sasaran ibu rumah tangga, pemuda, petani, dan peternak. Kedua, kolaborasi pengabdian masyarakat dengan 12 tema, antara lain penguatan ekonomi lokal, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Anisatul, keterbatasan anggaran daerah menuntut sinergi yang kuat dengan perguruan tinggi agar kebijakan pembangunan berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UNESA juga memberikan pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang serta mendorong petani naik kelas menjadi pelaku industri pengolahan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ICD 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu. Selain agenda pemberdayaan, peserta juga diajak mengeksplorasi potensi wisata Bondowoso. Bahkan, sejumlah jurnalis internasional turut hadir untuk memperkenalkan potensi daerah tersebut ke tingkat global.










