Beranda Kesehatan Dinkes Bondowoso Berpedoman Permenkes, Perkuat Penanggulangan HIV Secara Komprehensif

Dinkes Bondowoso Berpedoman Permenkes, Perkuat Penanggulangan HIV Secara Komprehensif

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS secara komprehensif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bondowoso, dr. Arif Sudibyo, menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan HIV di daerahnya berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 23 Tahun 2022.

Menurut dr. Arif, kebijakan tersebut bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat HIV, membatasi penularan, serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan bagi individu maupun masyarakat.

“Penanggulangan HIV dilakukan melalui penerapan perilaku aman dan tidak berisiko, konseling, edukasi, tata laksana atau pengobatan, pencegahan penularan, serta pemeriksaan laboratorium,” ujar dr. Arif,Kamis 15/01/2026.

Ia menjelaskan, deteksi dini penularan HIV dilaksanakan melalui kegiatan skrining pada populasi kunci, yaitu kelompok masyarakat yang memiliki perilaku berisiko menularkan dan tertular HIV.

Kelompok tersebut meliputi pekerja seks, pengguna napza suntik, waria, serta laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).

Selain itu, skrining juga dilakukan pada kelompok khusus yang memiliki risiko tinggi tertular atau menularkan HIV, seperti pasien tuberkulosis (TBC), pasien infeksi menular seksual (IMS), serta ibu hamil.

“Langkah ini penting agar kasus HIV dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan dan pengobatan bisa segera diberikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Arif mengingatkan bahwa HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita HIV, transfusi darah yang terkontaminasi virus HIV, penggunaan jarum suntik secara bersama-sama dengan penderita HIV, serta penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang benar tentang HIV serta cara pencegahannya.

“Prinsipnya, semakin cepat seseorang terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan, maka tingkat keparahan penyakit dan risiko kematian akibat HIV dapat ditekan,” pungkas dr. Arif.

1744129950993