Jakarta, – Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Beasiswa Kerja Sama PERADI UTAMA – KOPRI PB PMII Batch I resmi dibuka hari ini. Program ini menjadi langkah strategis dalam melahirkan advokat perempuan muda yang berintegritas, profesional, serta memiliki komitmen sosial tinggi. Beasiswa tersebut ditujukan bagi kader perempuan PMII yang memiliki potensi di bidang hukum namun membutuhkan ruang percepatan pengembangan kapasitas profesional.
Meski digelar secara daring, acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusias. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh nasional Nahdlatul Ulama, jajaran pengurus PERADI Utama, KOPRI PB PMII, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Standardisasi Mutu Jadi Prioritas Penyelenggaraan
Sebagai penanggung jawab pelaksanaan teknis, Mas Michael, S.H., CTA., selaku Kabid Keanggotaan dan Hubungan Antar Lembaga PERADI Utama sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, menegaskan bahwa PKPA Batch I disusun dengan standar ketat serta berorientasi pada penguatan kapasitas peserta.
“Kami di PERADI Utama memastikan bahwa setiap materi, pengajar, dan proses pembelajaran disiapkan secara profesional. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang membentuk karakter advokat berintegritas,” ujarnya.
Mas Michael juga berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan disiplin serta menjaga komitmen kolaborasi antara PERADI Utama dan KOPRI PB PMII pada batch berikutnya.
PBNU Tekankan Peran Strategis Advokat Perempuan
Pembukaan acara diawali dengan sambutan Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. K.H. Amin Said Husni, M.A. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya kehadiran kader perempuan dalam pembangunan hukum nasional.
Menurutnya, advokat perempuan yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan komitmen kebangsaan sangat dibutuhkan untuk memperkuat kultur penegakan hukum yang berkeadilan. Ia mengapresiasi kolaborasi PERADI Utama dan KOPRI PB PMII yang dinilai mampu membuka ruang pemberdayaan lebih luas bagi generasi perempuan di bidang advokasi.
KOPRI PB PMII: Ruang Advokasi adalah Ruang Pengabdian
Ketua Umum KOPRI PB PMII, Sahabat Wulan Sari Aliyatus Sholikhah, dalam sambutannya menegaskan bahwa beasiswa PKPA Batch I bukan sekadar program pendidikan, tetapi bentuk nyata keberpihakan organisasi bagi kader perempuan.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti program dengan sungguh-sungguh dan menjaga nama baik organisasi.
“Kader perempuan harus membuktikan bahwa ruang advokasi adalah ruang pengabdian, ruang perjuangan, dan ruang pembuktian bahwa perempuan mampu berdiri setara dalam profesionalisme hukum,” tegasnya.
PERADI Utama Dorong Integritas dan Kompetensi Advokat Muda
Ketua Umum PERADI Utama, Prof. Dr. Hardi Fardiansyah, S.H., S.E., S.I.P., M.H., M.A., juga memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Ia menyampaikan komitmen PERADI Utama untuk terus menghadirkan pendidikan profesi advokat yang berkualitas dan relevan dengan dinamika hukum modern.
Prof. Hardi menilai kolaborasi dengan KOPRI PB PMII sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya hukum nasional.
“Kami berharap dari Batch I ini lahir advokat perempuan yang tidak hanya mumpuni secara kompetensi, tetapi juga memiliki keberanian moral dan etika profesi yang kokoh,” ujarnya.
Pembukaan resmi ditandai dengan pernyataan simbolis yang disambut hangat oleh seluruh peserta dan panitia.
Momentum Penting bagi Kader Perempuan PMII
PKPA Beasiswa PERADI Utama – KOPRI PB PMII Batch I menjadi momentum bersejarah bagi para peserta untuk memasuki dunia profesi advokat secara lebih terarah dan profesional. Program ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap mengabdi pada penegakan hukum, melindungi masyarakat, serta menjadi motor penggerak perubahan menuju keadilan sosial.








