Beranda Lensa Nusantara DANDIM 0822 BONDOWOSO PIMPIN REBOISASI DI LAHAN KRITIS

DANDIM 0822 BONDOWOSO PIMPIN REBOISASI DI LAHAN KRITIS

IMG-20250408-WA0090

 
Bondowoso,Mitigasi menjadi harga mati bagi Dandim 0822 dan Forkopimda Kab. Bondowoso untuk melakukan serangan 1 Maret 2020 reboisasi di wilayah lahan kritis khusus di lereng gunung Suket Ds. Jampit Kec. Ijen bertempat di lereng Gunung Suket Desa Jampit Kec. Ijen Kab. Bondowoso, Minggu (01/3).
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Jadi, S.I.P, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz SIK. M.Si, Asisten 1 Pemkab. Bondowoso Drs. H. Agung Trihandono, MM, Wadan Yonif Raider 514/SY Kostrad Mayor Inf Safril, Danramil jajaran Kodim 0822, Kapolsek jajaran Polres Bondowoso dan Muspika Kec. Ijen serta masyarakat, relawan dan Forum Reboisasi Bondowoso.
Sambutan Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Jadi, S.I.P. pada saat apel serangan reboisasi mengatakan, “Bahwa kegiatan pelaksanaan Reboisasi di wilayah Dsn Melaten Ds. Jampit Kec. Ijen Kab. Bondowoso hari ini adalah merupakan kegiatan kita bersama bukan kegiatan dari satu institusi, kelompok atau golongan, akan tetapi kegiatan dari hati dan semangat kita bersama untuk bisa menjaga dan melestarikan alam kita.
Bencana banjir waktu lalu merupakan dasar kita untuk bergerak hari ini untuk melaksanakan serangan Reboisasi 1 Maret 2020 untuk mencegah adanya bencana banjir dan melestarikan alam kita demi kelangsungan hidup anak cucu kita ke depan.
Kita wajib bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberi keindahan alam untuk masyarakat Kab. Bondowoso khususnya Kecamatan Ijen dan ini merupakan Bongkahan Sorga yang perlu kita nikamati, kita jaga, kita lestarikan sehingga bisa menjadi nilai investasi untuk anak cucu kita ke depan.
Mari kita bersama sama menjaga dan melestarikan potensi destinasi wisata yang ada di wilayah Kab. Bondowoso sehingga bisa memajukan ekonomi masyarakat sekitar wisata.
Serangan Reboisasi 1 Maret 2020 saat ini Kita bagi menjadi 3 sektor untuk melaksanakan penanaman dan tiap-tiap sektor ada yang tertua untuk lebih efektif dalam pelaksanaannya.
Kami berharap untuk bisa bersama-sama melaksanakan pemantauan dan pengamanan pasca reboisasi ini dan kami akan serahkan kepada pihak yang berwajib untuk menindak tegas oknum yang merusak ataupun menghilangkan dengan sengaja tumbuhan yang sudah di tanam.
Terakhir pesan saya dalam pelaksanaan serangan Reboisasi 1 Maret 2020 saat ini perhatikan faktor keamanan, tetap semangat dan semoga lancar, aman dan sukses”, tuturnya.
Acara dilanjutkan penandatanganan Nota kesepahaman/kesepakatan oleh Forkopimda, Perhutani dan Forum Reboisasi.

1744129950993