Bondowoso – Ribuan warga padati arena Bondowoso Festival.Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Peringatan hari jadi Bondowoso (Harjabo) ke 200.
Pada usianya yang sudah memasuki dua abad, Harjabo 2019 akan menampilkan keberagaman dengan Bondowoso Festival Hal itu merupakan bukti bahwa Bondowoso juga menjaga keberagaman.Mengingat meski nuansa bak kampung china, namun masyarakat antusias.
Kepala Disparpora, Harry Patriantono mengatakan, pelaksanaan Bondowoso Festival ini sebenarnya untuk menunjukan bahwa di Bondowoso terdapat keberagaman yang indah.
Seperti di Pecinan, masyarakatnya ada dari Tionghoa, Arab, Padang, Jawa dan Madura tapi tetap menjadi satu dalam keberagaman.
Baca Juga :
- Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif Ada Uang Saku dan Nota BBM Bermasalah Dipertanyakan
- Bukan Sekadar Label! BRK Reborn Digelorakan, Kopi Bondowoso Mulai Unjuk Gigi di Pasar Dunia
- “Jangan Besar Pasak daripada Tiang”, Ketua DPRD Bondowoso Minta Perumdam Ijen Tirta Berbenah Total
- Tunjangan Pendidikan Rp14,33 Juta untuk Direktur Perumdam Ijen Tirta Perlu Dipertanyakan, Diduga Tak Sesuai Ketentuan
- Bukan Sekadar Ungkapan, “Sampek Mate, Sampek Odik Pole” Jadi Tekad Merawat Mahabbah Guru
“Kami ingin menunjukkan bahwa di Bondowoso itu ada keberagaman, yang ingin kita tunjukkan kepada orang luar. Maka orang yang datang ke sini bisa aman dan nyaman,” jelasnya.
Menurutnya, digelarnya Festival of Bondowoso atau Pecinan Festival ini untuk memberi sajian berbeda dibanding tahun sebelumnya.
“Ternyata Bondowoso Festival of Bondowoso konsepnya sngat menarik pengunjung, ribuan waega malam ini datang ,”ungkapnya, Minggu 30/06/2019,malam.
Menurutnya hal ini bisa di jadikan icon destinasi wisata Bondowoso, Pecinan Bondowoso rencananya akan menjadi icon Night.
Taburan lampion-lampion sangat menarik dimalam hari, banyak yang mengabadikan untuk berfoto bersama teman, dan keluarga.














