Bondowoso – Banyaknya kekosongan jabatan kepala sekolah( KS) atau kepala UPTD SPF mulai TK, SD hingga SMP karena adanya persyaratan bahwa KS harus mengikuti program guru penggerak.
Hal itu disampaikan PJ Bupati Bondowoso ,M.Hadi Wawan Guntoro saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso kembali gelar Safari Pendidikan.
Indikasi dari kekurangan KS teesebut menurut Hadi merupakan salah satu PR sektor pendidikan di Bondowoso
“Ada banyak sekolah di Bondowoso yang tidak punya kepala sekolah. Kalau tidak salah, ada kurang lebih 90 sekolah yang belum ada kepala sekolahnya,” ungkapnya usai Safari Pendidikan, Sabtu (30/11/2024), di SMP Negeri 1 Tapen.
Sehingga 90 Lembaga tersebut dipimpin KS PLT bukan Deginitif.Kendati demikian, Pemkab Bondowoso tidak bisa serta merta mengangkat kepala sekolah lantaran, ada regulasi yang harus terpenuhi.
“Karena untuk hal ini, ada regulasi untu mengisi kosongnya posisi kepala sekolah. Untuk menjadi kepala sekolah, harus sudah mengikuti program guru penggerak,” terang Hadi.
Sementara masih banyak tenaga pendidik di Kabupaten Bondowoso yang belum mengikuti program guru penggerak. Karena, tidak seluruh daerah menjadi sasaran program tersebut.
“Sehingga, ini jadi masalah serius untuk mengisi kekosongan posisi kepala sekolah di Kabupaten Bondowoso,” tegasnya.
Menurutnya , Pemkab Bondowoso tidak serta merta hanya diam dalam mengatasi permasalahan sektor pendidikan ini. Untuk itu, pihaknya telah menyampaikan kendala dan kondisi riil ini kepada pemerintah pusat.
“Yang paling memungkinkan, kita informasikan hal ini ke pusat. Paling tidak, kita mendapatkan rekomendasi. Atau mungkin ada kebijakan dari pusat, tenaga pendidik yang belum mengikuti program guru penggerak, sepanjang sudah memenuhi persyaratan lain untuk diperkenankan menjadi kepala sekolah. Itu yang sudah kita coba konkritkan, hanya tinggal menunggu surat rekomendasi dari pemerintah pusat,” paparnya.
Safari pendidikan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tapen dengan diikuti Korwil Perajekan,Cremee,Botolinggo,Klabang dan Tapen.