FeaturedPariwisata & Budaya

Namanya Serem Tapi Pemandangannya Bikin Adem “Pantai Gondo Mayit”

Screenshot_2023-05-06-20-08-21-32_c0d35d5c8ea536686f7fb1c9f2f8f274

Blitar – Bingung memilih tempat wisata diakhir pekan? tak usah ragu pantai Gondo Mayit bisa jadi pilihan.

Meski namanya terlihat serem namun pengunjung mendatangi kawasan Pantai Pasetran Gondo Mayit di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, untuk berwisata karena bikin adem pengunjung.

png_20230328_031444_0000
png_20230328_032106_0000
png_20230328_035416_0000
png_20230328_040107_0000
png_20230328_002316_0000

Suasana pantai tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa rombongan wisatawan yang terlihat menikmati eksotisnya salah satu pantai di pesisir selatan Pulau Jawa tersebut.

Mereka tertawa lepas sambil berlarian ke bibir pantai karena dikejar ombak yang datang memecah pasir dan karang. Kadang hanya ombak kecil yang datang dan memberikan sensasi rasa gelitik di kaki.

Namun, terkadang juga ombak besar yang datang hingga bisa mengempaskan tubuh sampai ikut bergulung-gulung bersama air dan berakhir dengan terguling ke pasir.

Saat langit cerah, pengunjung dapat menikmati sang surya yang mulai tenggelam dan menampilkan semburat lembayung senja di ufuk barat.

Sungguh indah pemandangan Pantai Gondo Mayit. Keelokannya tak kalah dengan pantai-pantai lain di pesisir selatan Pulau Jawa.

Mendengar nama Pantai Pasetran Gondo Mayit, pasti orang langsung bergidik, bahkan takut untuk datang karena ada kata mayit (mayat). Terkesan angker dan menyeramkan.

Tak jelas, kenapa pantai tersebut dinamai Gondo Mayit. Namun, berdasarkan penuturan orang-orang, konon di pantai tersebut dulunya pernah ditemukan banyak mayat saat masa penjajahan hingga tercium bau kurang sedap di sekitar pantai. Gondo Mayit sendiri dalam bahasa Jawa, berarti bau mayat.

Terdapat juga cerita bahwa Gondo Mayit itu berasal dari bau harum kembang dan dupa yang biasanya diletakkan di sisi makam. Cerita itu merujuk dari keberadaan petilasan atau “pasetran” di bukit sisi timur pantai yang biasanya digunakan oleh sejumlah orang yang memiliki hajat untuk bersemedi.

iklan dalam

Terlepas dari namanya yang mengandung arti seram, keberadaan Pantai Gondo Mayit begitu memesona. Sangat cocok untuk melepas penat dan berwisata menikmati deburan ombak di akhir pekan atau kala liburan.

Pantai sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut berpasir putih. Selain itu, pantainya juga tergolong bersih dan sepi karena masih jarang didatangi wisatawan sehingga pengunjung akan betah bermain air, ombak, dan pasir di pantai tersebut.

Selain bermain-main, pengunjung juga akan puas berswafoto ataupun berfoto ramai-ramai dengan latar belakang pemandangan pantai, laut, dan bukitnya yang elok.

Untuk menuju ke lokasi Pantai Gondo Mayit dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Kota Blitar. Ikuti petunjuk ke Kademangan dan Tulungagung sampai di pertigaan Jembatan Kademangan belok kiri mengikuti petunjuk ke Tambakrejo.

Pantai Gondo Mayit berada dalam satu kawasan dengan Pantai Tambakrejo yang lebih dulu terkenal dan menjadi jujukan wisatawan. Kedua pantai tersebut hanya terpisahkan oleh bukit. Namun karena masih sepi, Pantai Gondo Mayit terasa lebih nyaman dan privat.

Membutuhkan sedikit tantangan untuk menuju Pantai Gondo Mayit. Itu karena akses jalan yang tergolong sempit, berkelok-kelok, dan terdapat beberapa titik yang curam.

Meski bisa dicapai dengan kendaraan mobil, namun memerlukan kehati-hatian saat sesama mobil melintas berlawanan. Tiket masuk ke Pantai Gondo Mayit saat ini sebesar Rp7.000 per orang dewasa.

Setelah puas berfoto dan bermain air, wisatawan bisa menikmati kuliner setempat. Di pinggiran pantai terdapat warung makanan dan minuman yang dikelola oleh warga desa setempat. Meski belum sebanyak warung makanan dan minuman di Pantai Tambakrejo, namun tempatnya cukup nyaman.

Mereka menjual berbagai macam makanan olahan ikan hasil laut setempat dengan harga terjangkau.

Untuk menu andalan, warung makan di pinggiran Pantai Gondo Mayit menyediakan ikan laut asap yang dicocol dengan sambal bumbu kacang serta sayur lalapan yang menggugah selera.

Ada juga udang dibumbui pedas manis dan gulai ikan kakap yang rasanya semakin enak saat menyantapnya sambil memandang birunya laut.

Dan yang paling asyik adalah bisa menikmati pemandangan ombak laut di pantai selatan sambil minum segarnya kelapa muda. Selain kelapa muda, juga tersedia minuman umum lainnya seperti es teh manis, kopi, dan air mineral.

png_20230826_231331_0000
1_20230902_093046_0000
1_20230902_113303_0000
2_20230902_140759_0001
1_20230902_124059_0000
1_20230906_204843_0000
1_20230906_214106_0000
1_20230907_080107_0000
1_20230907_073136_0000
1_20230907_123726_0000
1_20230907_175640_0000
1_20230907_210905_0000
Biru Putih Modern Hiking Sampul Majalah_20230908_094730_0000
Abu-abu Hitam Modern Budaya Indonesia Sampul Majalah_20230908_104158_0000
1_20230912_213306_0000
1_20230912_223829_0000
1_20230913_172900_0000
Oranye Gradasi Minimalis Seminar Bisnis Poster_20230913_212856_0000
1_20230913_223156_0000
Red and White Modern Strategies For Customer Loyalty Webinar Event Poster_20230915_145501_0000
Salinan dari Red and White Modern Strategies For Customer Loyalty Webinar Event Poster_20230915_154041_0000

Related posts

Petasan Meledak di Malang, Rumah Hancur dan Satu Orang Tewas

Manfaat Ampuh Sirih Cina

Kunjungi Al Islah Wamentan Harvick Hasnul Qolbi Gelontorkan Sejumlah Bantuan

Redaksi Tapalkuda
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih