Featured Kesehatan Lensa Nusantara Politik & Pemerintahan

Terjadi Lonjakan Kasus Corona, Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Berhatap Masyarakat Patuhi 5 M

iklan kopi

 

BONDOWOSO –Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr.M. Imron menerangkan ada lonjakan paparan Covid-19 di Bondowoso.

Berdasarkan peta sebaran Covid-19 tertanggal Kamis (17/6/2021), ada 32 suspect dan selama seminggu terakhir ada 48 rumah yang confirm.

Sementara jumlah kasus confirm tercatat yakni 2.395. Terperinci ada 86 orang dirawat, 2.150 sembuh, dan 159 meninggal dunia.

Untuk zona sendiri tampak di peta hanya beberapa titik yang masuk zona hijau. Seperti di Kecamatan Ijen, Sukosari, Tamanan, Jambesari, Curahdami, dan Wringin. Sementara sisanya Tampak berzona kuning.

Dijelaskan bahwa terjadi lonjakan dibanding bulan Mei 2021,setelah Klaster hajatan di Kecamatan Binakal kini dua SKPD di Bondowoso melakukan model Work From Home (WFH). dan empat Puskesmas dilockdown.

Hal tersebut menurut Imron karena, ada pegawai, tenaga kesehatan maupun non kesehatan yang terpapar Covid-19.

Juru nicara satgas Covid-19 Pemkab Bondowoso ini juga mengatakan bahwa dua SKPD yang melakukan metode WFH yakni Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) juga Dinas Lingkungan Hidup, dan Perhubungan (DLHP).

“DLHP disana ada tiga yang confirm, atau positif. Kemudian di Disparpora, disana ada dua dan tambahan satu yaitu tiga,” jelasnya ,Kamis (17/6/2021).

Dikatakan bahwa selama WFH kantor tidak tutup total. Melainkan, masih ada beberapa karyawan yang masuk kerja.

Litecoin Miner - Mine and Earn free Litecoin

“Tapi jumlahnya dikurangi, bisa pakai sistem 50 persen masuk, 50 persen bekerja di rumah. Namun ketentuan WFH sendiri ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” imbuhnya.

Menurutnya Puskesmas yang dilockdown, di antaranya yakni Puskesmas Sempol, Maesan, Binakal, dan Kotakulon.

” Di Puskesmas Maesan, Sempol, Kotakulon masing-masing ada satu nakes positif Covid-19. Sedangkan yang di Binakal ada dua nakes dan dua non nakes yang positif C-19,” paparnya.

Puskesmas tersebut akan dilockdown selama tiga hari. Untuk itulah, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mendatangi Pustu atau Poskendes jika mendesak bisa ke Puskesmas terdekat.

“Kita mohon masyarakat selama lockdown untuk tidak melakukan kunjungan, atau masuk ke kantor, yang saya sebutkan tadi,” harapnya.

Pihaknya mengaku masih belum tahu mereka tertular dimana. Kendati demikian akan terus dilihat perkembangan hasil tracing .

“Sama-sama tidak tahu mereka tertular dimana. Mungkin bisa nanti sambil kita lihat perkembangan. Karena hasil tracing itu kadang-kadang pasien itu tidak mengakui dari mana, apakah perjalanan dari luar kota, ” pungkasnya.

Dengan kejadian tersebut pihaknya meminta masyarakat untuk selalu mematuhi orotokol kesehatan.Dengan Memakai Masker,Mencuci tangan,menjaga jarak,menghindari kerumunan serta mengurangi Mobilitas (5M).

 

Litecoin Miner - Mine and Earn free Litecoin
0001-4353364788_20210715_185231_0000
0001-4354478900_20210715_192217_0000
0001-4361946424_20210715_215712_0000
0001-4353364788_20210715_185231_0000 0001-4354478900_20210715_192217_0000 0001-4361946424_20210715_215712_0000

Related posts

Terdakwa Kasus Pembunuhan Sadis di Banyuwangi,Diganjar Hukuman Mati

admintapal

Pasca Ledakan Bom di Bangil, Polres Situbondo Siagakan Personil

admintapal

Kebakaran Tanaman Mangrove di Tepi Pantai Pecaron

admintapal