FeaturedHukum & kriminalPeristiwa

Sebelum Blitar dan Tulungagung, Ini Dia 5 Kepala Daerah yang Diciduk KPK di Tahun 2018

images (8)

DALAM kurun waktu 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menangkap beberapa kepala daerah yang diduga terlibat praktik rasuah di berbagai sektor. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya mengenakan “rompi oranye” khas KPK.

Beragam ekspresi ditunjukkan oleh kepala daerah yang tertangkap. Mulai menunduk, memelas, dan merasa tidak bersalah sembari mengacungkan jari-jemarinya.

Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231007_160840_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_230542_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_220305_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231012_011801_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231014_135422_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231021_165812_0000
Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231022_164616_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231031_205414_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231105_173709_0000
Mereka yang mendekam di balik jeruji besi tak kuasa menahan pedih atas perbuatan yang dilakukan sendiri. Mimpi-mimpinya untuk mengikuti pesta demokrasi pupus bersama dinginnya tembok penjara.

Berikut ini  paparkan beberapa kepala daerah yang berhasil ditangkap KPK selama kurun waktu 2018:

1. Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur

Bupati Ngada yang juga calon gubernur Nusa tenggara Timur, Marianus Sae, tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK pada Minggu 11 Februari 2018 di Surabaya, Jawa Timur. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan jalan.

Marianus diduga menerima suap senilai Rp4,1 miliar dari Wilhelmus Iwan Ulumbu yang merupakan kontraktor di Kabupaten Ngada. Suap itu diberikan untuk mendapatkan proyek-proyek dari Pemkab Ngada 2018 yang dijanjikan oleh Marianus. KPK menduga uang suap tersebut akan digunakan sebagai ongkos politik Marianus di Pilkada NTT 2018.

iklan dalam

2. Bupati Subang, Jawa Barat

Bupati Subang Imas Aryumningsih ditangkap KPK terkait tindakan suap perizinan prinsip penggunaan lahan untuk perusahaan. Dua perusahaan swasta tersebut memberikan gratifikasi kepada Imas yang kembali maju di Pilkada Subang 2018 agar diberikan izin mendirikan pabrik di lahan milik daerah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan suap diduga itu telah dilakukan sejak pertengahan 2017. Imas mendapatkan uang suap melalui perantara dan sudah dilakukan sebanyak delapan kali. Jika ditotal, jumlah seluruh uang suap yang Imas terima sebanyak Rp1,4 miliar.

Imas ditangkap di rumah dinasnya pada 13 Februari 2018 malam dan statusnya kini sebagai tersangka.

Imas Aryumningsih. (Foto: Koran Sindo)

3. Bupati Lampung Tengah

Bupati Lampung Tengah Mustafa terjaring dalam operasi senyap pada 15 Februari 2018. Mustafa yang juga calon gubernur Lampung 2018, ditangkap KPK terkait kasus suapnya terhadap wakil ketua dan anggota DPRD Lampung Tengah. Suap untuk memuluskan langkah pemerintah kabupaten setempat dalam meminjam dana Rp300 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur.

Bupati Lampung Tengah Mustafa. (Foto: Antara)

Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_071344_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_082045_0000

Related posts

Cegah Covid-19, Personil Polres Situbondo Dapat Ekstra Suplemen Penambah Imun Tubuh

Hendri Widotono : Singkronisasi Lahan untuk Mempemudah Pelaksanaan Program Berkelanjutan

BEDA PENDAPAT TENTANG REJEKI, GURU DAN MURID TERTAWA

Leave a Comment

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih