FeaturedLensa Nusantara

Tadarus Alquran Raksasa di Masjid Agung Baiturrahman

images (8)

BANYUWANGI – Sudah delapan tahun ini Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi, punya tradisi membaca Alquran jumbo berukuran tinggi 210 cm dan lebar 140 cm.

“Al Qurannya ada 30 juz, nanti pas akhir Ramadan sudah beberapa kali khatam,” ujar Abdul Aziz, salah satu Qori Alquran.

Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231007_160840_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_230542_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_220305_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231012_011801_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231014_135422_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231021_165812_0000
Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231022_164616_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231031_205414_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231105_173709_0000

Aziz mengaku lebih afdol membaca Alquran raksasa ketimbang Alquran berukuran biasa sebab huruf Hijaiyahnya terlihat lebih besar dan detail. Namun jika pembacanya mengalami gangguan mata, bisa saja terlihat buram.

“Karena terlalu besar tulisannya dan pencahayaan lampu juga bikin kita agak buram,” tambahnya.

Alquran raksasa tersebut diletakkan di lantai dua Masjid Baiturrahman. Selama bulan Ramadan, ada tujuh orang yang membaca Alquran tersebut secara bergantian. Pembacaan biasanya dimulai dari pukul 20.00 WIB selepas salat Tarawih dan selesai sekitar 22.00 WIB.

iklan dalam

Dalam satu malam, mereka membaca tiga juz Al Quran. Pembaca utama duduk di kursi atau berdiri, tepat di depan Al Quran raksasa tersebut.

Lalu ada dua orang di sebelah kanan dan kiri yang akan membantu untuk membuka lembaran Al Quran agar tidak rusak.

“Satu tim itu ada 9 orang. Dua orang bertugas membuka halaman. Tujuh orang membaca. Ini karena ukurannya besar. Kalau satu orang pasti kerepotan,” kata Ahmad Rifai, koordinator pembacaan Al Quran raksasa dalam kesempatan yang sama.

Rifai menjelaskan, para qori ini membaca bergantian. Sedangkan yang lain serta seorang hafidz atau penghafal Al Quran menyimak atau meneliti bacaan agar tidak ada kesalahan saat membaca.

Al Quran ukuran jumbo ini dibuat dan ditulis tangan oleh Drs H Abdul Karim dari Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Genteng pada 2010 lalu. Pembuatan Al Quran raksasa ini menghabiskan waktu selama enam bulan dan biaya lebih dari Rp 183 juta.

“Anggaran dari APBD Banyuwangi. Biaya memang mahal karena kertas yang digunakan khusus, yakni harus impor dari Jepang. Kertas ini dipesan khusus dengan spesifikasi anti rayap dan bebas jamur,” jelas Rifai.

Selain itu, proses pembuatannya menghabiskan 32 dus lebih spidol kualitas terbaik dan tinta sebanyak 40 dus lebih.

Meski bukan menjadi Al Quran paling besar, pihak masjid tetap bangga pada karya ini sebab Al Quran ini telah menjadi ikon bagi masjid dan membuat banyak orang datang untuk melihat, berfoto dan kemudian beribadah di masjid yang terletak di pusat kota tersebut.

Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_071344_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_082045_0000

Related posts

Peluang Bagi ASN ,Pemkab Bondowoso Resmi Umumkan Seleksi JPT Pratama Sekda

Tragis Karier Kajari Bondowoso Berujung Ditangan KPK

Pandangan Umum Fraksi, F PDIP Tekankan Kejelasan Pengunaan Dana Dibeberapa OPD

Leave a Comment

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih