Hukum & kriminal

Banser Krasaan Minta Polres Bersikap Tegas Terhadap Kasus Penganiayaan Kades Rangkang

images (8)

PROBOLINGGO – Kasus penganiayaan terhadap Kepala Desa (Kades) Rangkang Sulaiman, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo terus berbuntut. Meski belum jelas siapa yang melakukan penganiayaan terhadap kades tersebut, namun kasus itu mulai melebar.

Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kota Kraksaan ternyata memberikan pernyataan sikap agar Polres bersikap tegas atas kasus penganiayaan itu.

Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231007_160840_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_230542_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_220305_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231012_011801_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231014_135422_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231021_165812_0000
Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231022_164616_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231031_205414_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231105_173709_0000

“Kita menuntut agar Polres bersikap tegas atas kasus penganiayaan itu,” tegas Kasatkorcab, Banser Kota Kraksaan, Mahmud saat menggelar jumpa pers terhadap sejumlah wartawan, di kantor PC GP Ansor Kota Kraksaan, Minggu (22/4).

iklan dalam

“Kapasitas kami adalah barisan penjaga warga NU. Kami, berkirim surat maklumat ke Kapolres, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap stabilitas dan kondusifitas Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Surat maklumat itu dilatarbelakangi insiden kerusuhan yang terjadi di kawasan Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, yang menyebabkan Kades Rangkang, Sulaiman masuk UGD RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Jumat (20/4) malam.

“Kami tidak melihat sisi politiknya. Kami melihat dari sisi, kejadian itu meresahkan warga NU, santri dan alim ulama. Karenanya, kami harus bergerak, karena ini sudah menyangkut teritorial NU. Polisi jangan sampai kecolongan lagi dan harus tegas menegakkan supremasi hukum,” paparnya.

Dalam surat maklumat yang dikirim oleh Banser itu, ada tiga poin yang ditekankan, di antaranya menolak segala bentuk kriminalitas dan meminta Polres untuk bertindak tegas, menolak segala bentuk kampanye provokatif terkait pilbup 2018, mengecam aktivitas yang mengganggu situasi ketertiban di lingkungan ponpes dan simpul-simpul kegiatan warga NU, yang meresahkan warga NU, santri dan alim ulama.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad belum berhasil dikonfirmasi. Namun, sehari sebelumnya dia menegaskan kepada wartawan, akan menindak tegas kejadian di sekitar kawasan Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani yang menyebabkan terlukanya Kades Rangkang Sulaiman yang diduga dilakukan kelompok tim pasangan cabup dan cawabup MMC.

“Itu pidana murni dan akan kami tindak tegas,” ujarnya

Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_071344_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_082045_0000

Related posts

Karena Judi Oknum Aparat Desa Sumenep Diamankan

Buntut Pungli di Thamrin City, Polisi Tangkap 3 Orang

Tim Cobra Ringkus Pelaku Investasi Bodong Beromset Milyaran Rupiah

Leave a Comment

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih