Politik & Pemerintahan

Jangan Tergiur Janji-Janji Politik

images (8)

Probolinggo, tapalkudamedia.com – Kontrak politik yang dilakukan pasangan calon (paslon) Walikota Probolinggo selama masa kampanye mencederai demokrasi bangsa. Pememerintah Kota (Pemkot) Probolinggo berharap, warga hingga RT/RW sekalipun, tidak tergiur dengan janji-janji politik.

Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Bakesbangpol Kota Probolinggo, Slamet Hariyanto menilai deal-deal politik yang diteken dengan tim sukses (timses) paslon untuk menghimpun dukungan, sangat merugikan warga. Sebab, dengan kontrak politik itu, warga tidak akan mendapatkan pemimpin yang ideal.

Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231007_160840_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_230542_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_220305_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231012_011801_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231014_135422_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231021_165812_0000
Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231022_164616_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231031_205414_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231105_173709_0000
iklan dalam

Sehingga, Bakesbangpol berinisiatif mengumpulkan ketua RT dan RW, di seluruh Kota Probolinggo. Dijepaskan, Bakesbangpol bertindak sebagai fasilitator pemerintahan untuk menjembatani, antara warga dengan KPU, Panwaslu dan Polri. Tujuannya, memberikan edukasi dan pemahaman, bahaya kontrak politik atau deal-deal politik.

“Sebelum masuk masa kampanye seperti saat ini, kami sudah menyosialisasikan soal bahaya kontrak politik, money politik, dan kecurangan dalam pemilu. Sasarannya, tak hanya warga, tetapi juga pada pemilih pemula, yakni pelajar yang sudah punya hak pilih. Sebab, kontrak politik itu, rawan dengan kepentingan dan keberpihakan,” ujar Slamet Hariyanto, Kamis (22/3/2018).

Sosiasilisasi bagi RT/RT itu diharapkan akan memberikan efek positif bagi warga Kota Probolinggo. Agar bijak dalam menentukan pilihan dalam Pilwali 2018 ini. Karena pemilihan menyangkut keberlangsungan pembangunan Kota, selama lima tahun ke depan. Jika yang dipilih asal-asalan atau berdasarkan uang dan kontrak politik, maka warga tidak akan mendapat pemimpin yang sesuai dengan aspirasi warga sepenuhnya. Hal itu disebutnya, sama saja memilih kucing dalam karung.

Disinggung soal tindakan apa yang dilakukan jika ditemukan pelanggaran berupa kontrak politik, Slamet menyebut itu bukan ranahnya. “Melainkan, kewenangan Panwas. Kalaupun kami menemukan hal semacam itu, maka akan kami serahkan ke Panwas atau pihak Kepolisian. Karena ada unsur pidana, dalam ketentuan tersebut, soal money politik,” elak Slamet.

Sekedar diketahui, Kota Probolinggo masuk dalam zona merah pemilihan umum. Pada 2013 lalu, terjadi kerusuhan saat penghitungan suara. Selain itu, Panwaslu dan Polresta juga sudah memetakan daerah yang rawan terjadi money politik. (*)

Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_071344_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_082045_0000

Related posts

KETUA DPRD BANYUWANGI AJAK MASYARAKAT GELORAKAN DAN SOSIALISASIKAN HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 1945

Bupati Berharap Aplikasi SIAP LEMU Selain Permudah Akses Juga Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Pernyataan Sikap Mantan Ketua Dewan Syuro PKB Bondowoso Terhadap Pilpres 2019 dan Pilkada 2018

Leave a Comment

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih