Hukum & kriminal

Kejati DKI Tahan Mantan Dirut PLN Terkait Korupsi Batu Bara Rp447 Miliar

images (8)

tapalkudamedia.com , JAKARTA – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menahan Khairil Wahyuni eks Direktur Utama PT PLN Batubara (PLNBB) terkait dugaan korupsi pengadaan cadangan batu bara yang merugikan keuangan negara Rp447 miliar.

“Khairil Wahyuni mantan Direktur Utama PT PLN Batubara dan Kokos Jiang Direktur Utama PT Tansri Majid Energi (PT TME),” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, Kamis (8/3/2018).

Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231007_160840_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_230542_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231011_220305_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231012_011801_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231014_135422_0000
Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231021_165812_0000
Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231022_164616_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231031_205414_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231105_173709_0000

Penahanan itu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No.: 463/O.1.1/Fd.1/03/2018 tanggal 2 Maret 2018 atas nama tersangka Khairil Wahyuni dan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No.: 464/O.1.1/Fd.1/03/2018 tanggal 2 Maret 2018 atas nama tersangka Kokos Jiang.

Dugaan tindak pidana korupsi tersebut bermodus kontrak kerja sama operasi usaha tambang antara PT PLNBB dengan PT Tansri Madjid Energy (PT TME) dalam rangka pembelian cadangan batubara pada tahun 2012.

iklan dalam

Uang Muka (Down payment) yang telah dibayarkan PT PLNBB sebesar Rp447 miliar namun pada faktanya, PT PLNBB belum memperoleh manfaat atas digelontorkannya uang sebesar Rp447M tersebut.

Karena kegiatan pelaksanaan eksplorasi tambang batubara belum juga terlaksana, sebagaimana yang telah disepakati, sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp447 miliar.

Sesuai AD/ART penggelontoran uang sebesar Rp447 miliar tersebut haruslah diputus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) namun hal tersebut tidak dilaksanakan, katanya.

Diduga juga uang dikucurkan berdasarkan atas dokumen analisi laporan dari PT Sucofindo yang disertakan dalam kontrak, yang ternyata belakangan PT Sucofindo mencatat bahwa laporan tersebut sudah dimanipulasi.

Dalam proses penyidikan perkara ini, mungkin akan berkembang ke pihak lain dan tidak berhenti hanya kepada dua tersangka ini saja, katanya.

Terhadap kedua tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari dan dapat diperpanjang demi kepentingan penyidikan, katanya.(sal)

Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_071344_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_082045_0000

Related posts

6 Pemuda Bondowoso Tercyduk Saat Pesta Narkoba

Roy Suryo Bersikukuh Tak Ambil Aset Negara

Jenis Korupsi yang Sering Dilakukan

Leave a Comment

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih